Tadi malam Saya chatting dengan salah satu teman baik yang sudah lama tidak bertemu. Dia seorang dokter yang saat ini bertugas di tenggara Pulau Sulawesi. Terakhir bertemu dengannya sekitar lima tahun lalu.
Dokter ini masih seperti dahulu, ramah, baik hati juga cerdas (ya iyalah, kalo dokter kurang cerdas bisa gawat lah yaww...), dan dari obrolan kami tengah malam tadi kembali memaksa Saya berfikir, mengingat-ingat pelajaran TK yang seharusnya sudah diketahui jauh sebelum masuk ke Sekolah Dasar.
Pasien: "Dok, Assalamualaikum."
Dokter: "Ya, waalaikumsalam.."
Pasien: "Sedang sibuk? boleh Saya minta waktunya sebentar?"
Dokter: "Iya ada apa?", jawabnya di sela-sela kesibukannya.
Dan percakan malam itu pun berlanjut.....
Pasien: "Beberapa hari terakhir Saya flu terus-terusan. Awalnya Saya diamkan saja karena Saya fikir memang cuaca yg tidak menentu"
Dokter: "Terus...?"
Pasien: "kemarin udah cek Waters di lab, hasilnya ada indikasi Rhinitis dan Sinusitis".
Dokter: "Oh... perlu periksa keseluruhan tuh ke THT"
Pasien: "Iya nih, udah mulai terganggu soalnya. Hidung Saya tidak berfungsi dengan baik, tidak bisa mencium"
Dokter: "Lha??? yang buat nyium itu BIBIR!"
Pasien: diam sejenak, "Hah? iya yah....! betul... betuuuul.... wkwkwkk"
Dokter: "hehehheeee...."
Pasien: "@#$%^&*($%^^$&^%
Setelah akhirnya mengakhiri perbincangan yang cukup menggelikan itu, Saya kembali tertawa. Kenapa ya Dia bisa tiba-tiba berfikir ke arah situ... Haha,.. Dokter emang harus bisa menghibur pasien.
****
Eh, jadi yang dipake buat nyium itu HIDUNG atau BIBIR...???
(bangunkan Saya kalau ada yang tahu jawabannya yaa....!)
0 comments:
Post a Comment